Sunday, May 17, 2009

Doa Munajat



Tangisilah dosa-dosa kita wahai sahabat-sahabat.

Semoga ia menjadi penyelamat kita ketika di akhirat kelak.

Di mana tiada siapa pun mampu memberi pertolongan kepada kita,

Melainkan amalan kita dan juga syafaat dari nabi SAW.

"Ya Allah, mampukah aku mendapat syafaat kekasih Mu, sedangkan kecintaan ku kepadanya tidak setanding langsung kecintaan sahabat2 Nabi pd ketika dulu. Permudahkanlah diri ini ya Allah, permudahkanlah juga untuk semua saudara seagamaku..."

Diri yang penuh kelalaian,

TT

............

Munajat - Irsyadee


Munajat

Di malam syahdu yang sepi ini..
Ku curahkan segala isi hati...
Mengapakah kini baru sedari banyak perintahmu telah ku ingkari...
Dulu hidupku sering terleka...
Diulit mimpi dunia yang fana...
Tapi tak pernah ku mencuba untuk lari dari tipu dan daya..

Jiwa ku yang dulu sepi..
Kini keinsafan telah ku miliki...
Berlinangan air mata ini berderai jatuh membasahi bumi...

Dulu hidupku sering terleka...
Diulit mimpi dunia yang fana...
Tapi tak pernah ku mencuba untuk lari dari tipu dan dayanya..

Jiwa ku yang dulu sepi..
Kini keinsafan telah ku miliki...
Berlinangan air mata ini berderai jatuh membasahi bumi...
Terimalah munajat ku ya allah...
Aku mengharapkan kasih dan sayangmu...
Hamba ini bergelumang dengan dosa..
Moga diberikan maghfirahmu...

Terimalah munajat ku ya allah...
Aku mengharapkan kasih dan sayangmu...
Hamba ini bergelumang dengan dosa..
Moga diberikan maghfirahmu...(2x)

.......................

Thursday, April 23, 2009

Quran recitation by Ahmad Saud

Surah Al-Muzammil



Yasin



Al-Ahzab (verses 1~17)



At-Tur



Al-Qiyamah



Al-Furqan (verses 66~77)



Surah Shams



Doa

Wednesday, April 22, 2009

Jadilah penasihat yang jujur~

Nasihat Syaiban al-Ra‘i kepada Harun al-Rasyid

“Wahai Amir al-Mukminin, andainya engkau bersahabat dengan orang yang menjadikan engkau rasa takut sehingga engkau merasa aman lebih baik dari engkau bersahabat dengan orang yang menjadi engkau rasa aman sehingga menyebabkan engkau mendapat ketakutan”. Tanya Harun al-Rasyid: “Jelaskan maksudnya untukku”.

Jawab Syaiban: “Sesiapa yang berkata kepada engkau: “engkau bertanggungjawab terhadap rakyatmu, takutlah Allah” lebih baik dari orang yang berkata “Kamu daripada kaum keluarga Nabi diampunkan dosa kamu, kamulah kerabat Nabi!”. Maka menangislah Harun al-Rasyid sehingga mereka yang berada di sekelilingnya bersimpati kepadanya.

Kata Syaiban lagi: “Wahai Amirul Mukminin, apabila saya bercakap, saya bimbangkan tindakan kamu terhadap saya. Jika saya diam, saya bimbangkan bahaya menimpa kamu. Maka saya utamakan kebimbangan bahaya menimba kamu lebih daripada kebimbangan tindakan kamu ke atas saya”.

(Ibn Muflih, Al-Adab al-Syar‘iyyah, 1/198, Beirut: Muassasah al-Risalah).

....